KATA MUTIARA…..

May 1st, 2007 by chandramartha

KATA MUTIARA 11

Berfikir sejenak, merenung masa lalu adalah permulaan yang baik untuk bertindak

Kata-kata
yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu. Tetapi
kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera.

Seburuk-buruk buta adalah buta hati.

Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh manusia yang tingginya enam kaki.

Sebuah kebenaran kadangkala mengandungi kesilapan.

Kalau rumahmu dari kaca, janganlah melempari orang lain dengan batu.

Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih mulia, iaitu kerja dan bukannya usia.
-Richard Brinsley Sheridan

Nafsu
mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan
perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati
mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Berita tidak selalu sama dengan kenyataan.

Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi.- Confucius

Memulai belajar sejak kecil seperti memahat di atas batu dan memulainya sesudah tua seperti menulis di air.

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.
Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.

Kekayaan boleh mengaburkan jalan yang jujur

Harta akan habis digunakan tanpa ilmu tetapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika ianya digunakan.

Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan.
Oleh itu jika anda memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.

Sampan tidak akan dapat belayar di padang pasir betapa pun jua empuknya pasir itu -Pepatah Arab

Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.
- Lao Tze

Awal mula pohon ialah benih.

Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda menambah dukanya.

Orang yang mengetahui harga dirinya tidak akan binasa.

Mengapa manusia gemar mencetuskan pertelingkahan sedangkan manusia itu sendiri dilahirkan dari sebuah kemesraan.

Kita sentiasa muda untuk melakukan dosa tetapi tidak pernah tua untuk bertaubat.

Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan.

Setiap mata yang tertutup belum bererti ia tidur. Setiap mata terbuka belum bererti ia melihat.

Saya
percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini,
tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari
esok.

Menulis sepuluh jilid buku mengenai falsafah lebih mudah daripada melaksanakan sepotong pesanan.

Kegembiraan ibarat semburan pewangi, pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya.
Oleh itu berikanlah walau secebis kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda.

Esok pasti ada tetapi esok belum pasti untuk kita. Beringat-ingatlah untuk menghadapi esok yang pastikan mendatang.

Reaksi emosi jangan dituruti karena implikasinya tidak seperti yang diimaginasi.

Jangan dipaksa anak berbuat kebaikan, jikalau orang tuanya tidak pernah menyembah Tuhannya

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar.

Lazatnya memberi maaf lebih baik daripada lazatnya membalas dendam.

May 1st, 2007 by chandramartha

Foto Keponakan ku yang pertama…
Namanya Abie Reginaldi Pratama !!!
Dah Kengen Banget neh…..Abie

Aku tidak lebih dulu ke Surga

May 1st, 2007 by chandramartha

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah… aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. "Inilah yang disebut Padang Mahsyar," suaranya begitu menggetarkan jiwaku. "Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku," batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.

Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan…

Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan.

Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. "Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku," pikirku mantap.

Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.

Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

"Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku," aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi,

"Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain." Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.

Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata "maaf" dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, "Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak."

Masya Allah . murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jama’ah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. "Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara," jelasnya lagi.

Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, "Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu."

Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. "Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu," bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jama’ah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.

Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan Astaghfirullah…, ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

Source: Email

Pepaya dan Melon Paling Nikmat

May 1st, 2007 by chandramartha

Suatu hari di sebuah desa di bulan Ramadhan, diadakanlah sebuah
perayaan untuk mensyukuri hari ulang tahun desa yang bertepatan pada
hari itu. Perayaan ulang tahun itu diisi dengan seminar Asma’ul Husna.
Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak diundang
ke acara seminar tersebut. Karena seminar Asma’ul Husna diadakan
bertepatan pada bulan Ramadhan, makan acara seminar tersebut akan
diakhiri dengan buka puasa bersama. Disinilah cerita ini dimulai.

Entah
kenapa hari itu sang anak merasakan lapar yang jarang ia rasakan selama
menjalankan ibadah puasa, mungkin dikarenakan sahurnya yang sedikit
atau dikarenakan sebab yang lain. Disaat mengikuti seminar tersebut
sang anak pun berusaha menahan laparnya.Waktu berlalu hingga akhirnya
hari beranjak senja, "sebentar lagi akan magrib" begitu fikirnya.
Kebetulan didekatnya sudah terdapat nasi kotak yang akan dibagikan
untuk buka puasa bersama. Dikarenakan oleh rasa lapar dan hawa
nafsunya, ia pun sudah menyisihkan 1 kota untuk dirinya. karena tempat
untuk wanita dan pria terpisah, ayah dan sang anak duduk berdampingan,
dan sang ibu berada di tempat wanita.

singkat kata, adzan magrib
sudah berkumandang, setelah membatalkan puasa dengan semangkuk kolak
pisang dan segelas air putih, dilaksanakanlah sholat magrib berjamaah
yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Sang anak dengan sigap
meraih nasi kotak yang telah disisihkannya.Ketika melihat sang ayah,
beliau telah memperoleh nasi kotaknya sendiri, tetapi ketika sang anak
melihat sang ibu, sang ibu terlihat tampak kebingungan untuk mencari
sekotak nasi untuknya, dikarenakan banyaknya orang yang mengantri untuk
mengambil sekotak nasi. Sang anak seketika itu pula teringat akan
materi seminar yang baru saja ia ikuti "Allah SWT berfirman dalam
hadist qudsi yang berbunyi "Wahai Musa, apabila ada hamba-KU yang
berbuat baik kepada kedua orangtuanya sedangkan ia durhaka kepada-KU,
makan aku akan tetap memasukkannya kedalam golongan orang-orang yang
baik, tetapi apabila ada hamba-KU yang berbuat baik kepada KU tetapi
durhaka kepada kedua orang tuanya, maka sesungguhnya ia termasuk
golongan orang-orang yang durhaka".

Teringat akan hal itu, dan
dengan rasa cinta yang besar terhadap kedua orang tuanya terutama
ibunya, sang anak bergegas menghampiri ibunya mengalahkan nafsunya
untuk memberikan nasi kotak yang sudah ada ditangannya. Disaat sang ibu
menerima sekotak nasi dari anaknya, terlihat kedua mata sang ibu ibu
berkaca-kaca dikarenakan sang ibu merasakan cinta anaknya terhadap
dirinya. Sang anak berkata "bu, ini nasi kotak untukmu", sang ibu
menjawab "apakah ayahmu sudah makan wahai anakku?", sang anak menjawab
"sudah ibu", kemudian sang ibu bertanya kembali "apakah engkau sudah
makan wahai anakku?", sang anak dengan wajah tersenyum menjawab "sudah
ibu", walaupun sang anak tau bahwa tidak ada lagi nasi kotak yang
tersisa, yang tersisa hanya sisa-sisa potongan pepaya dan melon.

Melihat
kedua orang tuanya sedang menikmati makananya, dan melihat orang-orang
disekelilingnya sedang menikmati makanannya, sang anak mengambil 2 buah
pepaya potong dan 2 buah melon potong, dan sambil tersenyum sang anak
berdoa "Yaa Alloh, maafkanlah hamba, maafkanlah kedua orang tua hamba,
sayangilah keduanya, seperti mereka menyayangiku sejak kecil"
Hasbunalloh wani’mal wakiil, pada saat itulah sang anak merasakan
pepaya dan melon paling nikmat dalam hidupnya

(based on true story)

ps: maaf yah kalo cara bercerita mini amburadul :) mudah2an bisa menambah rasa sayang kita terhadap kedua orangtua kita, amin

Motivasi !!!

May 1st, 2007 by chandramartha

Cerita tentang katak kecil


 

  

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,…

… yang menggelar lomba lari
Tujuannya adalah
mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para  peserta…

Perlombaan dimulai…




Secara jujur:

Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara:

"Oh, jalannya terlalu sulitttt!!

Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak."

atau:

"Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!!


Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu…

… Kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara  perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..


Penonton terus bersorak



"Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!"


Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah…
…Tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi…
Dia tak akan menyerah!


Akhirnya
yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil
yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai
puncak!

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?

Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?


Ternyata…

Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

 

Kata bijak dari cerita ini adalah:


Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis…

 …karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu.

Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada.

Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!

 

Karena itu:

 

Tetaplah selalu….

POSITIVE!

Dan yang terpenting:

 

 

Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!
Selalu berpikirlah:

I can do this!

Tobat nehh…

May 1st, 2007 by chandramartha

Assalamualaikum 

Dan The Duck Walking With BagHanya Ingin Mengingatkan …   

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali … 

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran. 
2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.

3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan. 

4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.

5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillal lah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawapan kepadanya.

Pencil DrawLima Jenis Racun dan Lima Penawarnya ….. Exclaim

1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya.
2.
Harta itu racun,zakat itu  obatnya.
3.
Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir  obatnya.
4.
Seluruh umur itu racun, taat itu  obatnya.
5.
Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu  obatnya.  

(Kirimkan Untuk Rakan-Rakan Muslim Anda Yang Lain Sebagai Tanda Sahabatnya Sedang Mengingatinya ….)
Nabi  Muhammad S.A.W bersabda:
 Potato Walking

Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :

1. Ibu dari segala  OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
2. Ibu dari segala ADAB adalah
SEDIKIT BERBICARA. 
3. Ibu dari segala IBADAT adalah
TAKUT BUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah
SABAR.   

Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan kesabaran.

Beberapa kata  renungan dari Qur’an :! 

Orang Yang Tidak Melakukan Solat:
 

Cartoon Family Of Strawberries Bounce
Subuh :
Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Zuhor :
Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Asar :
Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan
Maghrib :
Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isyak :
Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya  

Babies Love Hearts Floating
Wassalam.